IAKMI : Saya Tidak Kaget Adanya Lonjakan Kasus Positif Corona di Sulbar

Mamuju.Beritaini.com-Rekor tertinggi penambahan kasus positif covid-19 di sulbar pada hari Kamis, 30 Juli 2020 telah mencapai 22 kasus baru sehingga jumlah akumulasi kasus positif di subar manjadi 223 kasus. Kendati ada kabar baik adanya total kasus sembuh sebanyak 132 orang

“Saya tidak terlalu kaget dengan peningkatan yang signifikan ini. Mengapa? karena sejak pemberlakuan new normal, masyarakat tidak lagi mengindahkan penegakan prorokol pencegahan covid19,” ujar Ketua Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Indonesia ( IAKMI ) Sulbar Nugroho Hamid melalui watshap, Kamis kemarin.

Nugroho mengatakan di tempat – tempat umum seperti pasar, tempat ibadah, perkantoran tidak lagi melakukan penegakan protokol kesehatan tersebut.

Penggunaan masker diabaikan, dan tidak lagi menjaga jarak minimal 1 meter dan tidak cuci tangan secara rutin.

Baca juga:  Pegawai Kejati Sulbar Lakukan Cek Suhu Badan Antisipasi Wabah Covid-19

“Jika tidak ada tindakan tegas bagi mereka yang tidak menegakkan protokol kesehatan, tidak menggunakan masker misalnya maka jangan harap kasus positif covid -19 ini bisa kita tekan,” ujarnya.

Menurut dia, dibeberapa daerah sona merah sudah mengenakan denda bagi mereka yang tidak mengenakan masker di tempat umum. Penegakan protokol harus melibatkan aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP.

Nugroho menilai pembubaran gugus tugas dan menggantinya dengan satgas yang dilakukan oleh presiden di beberapa daerah juga menimbulkan stagnansi progres penanganan covid19 ini.

BNBP, menurutnya yang diberi amanah sebagai koordinator penanganan covid 19 di daerah belum kelihatan gerakannya.

“Jika keadaan ini berlanjut terus saya kuatir penularan covid19 akan semakin luas karena penularannya sudah sebagian besar dari transmisi lokal,” kata Nugroho.

Baca juga:  Endus Dugaan Persekongkolan, PT Sultana Layangkan Sanggahan ke Pokja BP2JK Sulbar

Karena itu, katanya dengan new normal maka interaksi antar manusia tidak dapat dihindari.

” Tetapi jika kita tetap bisa menegakkan protokol kesehatan Inshaa Allah penyebaran covid 19 bisa kita minimalkan,” pungkas Nugroho.(*)