Kades Buangin di Mamasa Tewas Gantung Diri Sebelum Pembagian BLT

Kades Buangin di Mamasa ditemukan oleh warga dalam keadaan tidak bernyawa tergantung di pohon kebun kopi

Mamasa, Beritaini.com – Pilipus, Kepala Desa Buangin Kecamatan Rante Bulahan Timur Kabupaten Mamasa, ditemukan tewas gantung diri di sebatang pohon kebun kopi milik warga dengan menggunakan seutas kabel, pada pagi sekitar pukul 10.00 WITA, Senin 27 Juli 2020.

Kejadian naas Kades Buangin yang ditemukan warganya gantung diri saat hendak dilakukan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di kantor Desa Buangin dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto.

”Iya, pak Kadesnya ditemukan tewas oleh warganya saat hendak ke kantor desa untuk menghadiri pembagian BLT di kantor desa. Namun belum sampai di kantor, pak Kadesnya sudah ditemukan tergantung di pohon dengan seutas kabel melingkar dilehernya, ” kata Dedi.

Dedi menerangkan, berdasarkan keterangan dari saksi Albert, keponakan korban, korban bersama Albert berangkat dari rumahnya ke kantor Desa Buangin dengan berbonceng sepeda motor untuk menghadiri pembagian BLT kepada warga peneriuma Desa Buangin.

Baca juga:  Jelang Hari Bhayangkara ke-73 Polda Sulbar Gelar Bakti Sosial

Di tengah jalan, sang Kades meminta turun dari motor dengan alasan ingin buang air besar di sungai kecil dan pada saat yang sama, korban meminta Albert ke kantor desa.

Albert pun kembali ke lokasi korban meminta buang air (turun dari motor).

Tiba dilokasi, bersama warga desa, Camat, Babinkamtimas dan aparat lain, menyaksikan kondisi korban terbujur kaku dalam kondisi tergantung di pohon kebun kopi milik warga.

”Warganya melihat korban Kades ditemukan sudah terbujur kaku dengan kondisi tergantung dengan kabel masih melingkar denngan memakai jaket warna coklat, celana jens warna biru dan sandal masih melekat di kaki korban. Kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri alias bunuh diri.” ungkap Dedi.

Polisi tidak menemukan tanda – tanda kekerasan di tubuh Kades. Hanya saja, berdasarkan pengakuan istri Kades, korban meninggalkan surat wasiat untuk keluarga dan masyarakatnya untuk pamit selamanya.

Baca juga:  Video dukung Petahana, Lurah Simboro dilaporkan ke Komisi ASN

“Dan selembar surat wasiat yang ditinggal yang intinya dalam surat itu meminta maaf kepada keluarganya termasuk anaknya dan masyarakatnya selama dia bertugas jadi pemimpin desa untuk pamit selamanya,” ujar Dedi.

”Dari pemeriksaan tubuh korban, bersama medis setempat, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Hanya saja leher korban sedikit lecet karena lilitan kabel kecil,” jelas Iptu Dedi Yulianto.

Dedi menambahkan, peristiwa tewasnya Kades Buangin berbuntut tertundanya pembagian BLT, yang sedianya akan dibagikan, Senin 27 Juni 2020. Berdasarkan informasi bendahara desa sudah menyerahkan uang BLT warga penerima kepada korban.

”Kalau soal uang itu, kami belum bisa bertanya lebih ke bendahara karena masih suasana berduka, tapi informasi yang kami dapat, bahwa bendahara desa sudah menyerahkan ke korban, tapi kami akan kroscek kembali kebenarannya,” tutupnya.(*/Adj)