Mahasiswa Asal UNM Ciptakan Alat Deteksi Bencana

 

beritaini.com, Makassar - Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan topik penelitian tentang sebuah perakitan alat peringatan dini bencana dengan judul Early Warning System DAS Jeneberang Terintegrasi Rumah Ibadah (Rekayasa Peringatan Dini Bencana Berbasis Mikrokontroller) mendapat apresiasi dan dukungan dari pihak Kementrian.

Program ini dikerjakan oleh tim PKM-P asal Universitas Negeri Makassar yang terdiri atas Selviyanti, Rahmawan, Darman, Rahmaniar dan Islamuddin Andakke yang telah mengikuti seleksi sejak 2016 lalu.

Proses perakitan alat.

Atas kreatifitasnya, tim ini terpilih dan mendapat pendanaan dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) sebesar 10 juta rupiah.

Menurut Selfiyanti sebagai Ketua Tim perakitan alat dilakukan sejak Mei hingga Juni 2017 di Laboratorium PLC dan Mikrokontroler Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.

Baca juga:  Pengelolaan Dana DAK Dinas Pendidikan Sulbar Karut - Marut

Selfiyanti menambahkan bahwa prinsip Kerja alat ini yaitu ketika ada kode darurat dari telemtri, amplifier akan dinyalakan oleh relay kemudian arduino akan membunyikan suara/bunyi yang tersimpan di memori Card menggunakan MP3 Shield yang terintegrasi di setiap rumah ibadah yang terpasang alatnya. (04/06)

Dikesempatan yang sama, Menurut Mustari Lamada, sebagai Dosen pembimbing mengatakan bahwa "Alat ini jika diwujudkan sangat berguna bagi masyarakat sebagai alat peringatan dini bencana"(04/06). Ucap Doktor besutan Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Pasalnya, alat ini nantinya mampu menjadi pendeteksi dini Jika terjadi force majeure pada bendungan Bili-Bili dengan kemungkinan terburuk dapat mengantisipasi banjir bandang di wilayah sekitar meliputi, Tinggimoncong, Parigi, Parangloe, Manuju, Bontomarannu, Pallangga, Somba Opu, Barombong dan 3 kecamatan di Makassar yaitu Tamalate, Barombong, dan Mariso.(**)

Baca juga:  Kabar Gembira, WhatsApp Juga Bisa Untuk OS Linux

 

 

banner 454x122