SDK Sebut Demokrat Tak Ambil Manfaat Petahana di Mamuju

Mamuju, Beritaini.com - Suhardi Duka politisi Demokrat senayan mengulas potensi incumben dan penantangnya dalam perhelatan pilkada Mamuju 2020, di Hari Pertama Penempatan Rumah Jabatan DPRD Sulbar, Kamis malam (26/12).

Suhardi mengatakan bahwa pilkada di Mamuju akan berjalan proses demokrasi, karena ada kompetitor. Tinggal bagaimana rakyat memilihnya, karena rakyat yang memiliki hak penuh.

"Tentu ada penilaian-penilaian, incumben itu enak kalau sukses, dan ada di hati rakyat. Incumben biar tidak kampanye, karena dalam perjalanannya rakyat bisa menilai," ungkap SDK sapaan karib Suhardi Duka.

SDK melanjutkan, "non incumben kalau mampu meyakinkan, bisa saja petahana kalah, begitulah proses demokrasi. Dan saya kira dinamika empat kabupaten di Sulbar akan berjalan," sebut mantan Bupati Mamuju dua periode ini.

Baca juga:  Sutinah Total dan Disiplin Menuju Panggung Pilkada Mamuju

Diketahui pada pilkada 2014 lalu, Partai Demokrat yang dikomandoi SDK mendukung Habsi-Irwan namun untuk pilkada 2020 mengalihkan dukungannya untuk menantang incumben.

Menurutnya, Partai Demokrat tidak mengambil manfaat pada eksistensi kepemimpinan petahana di Mamuju.

"Demokrat tidak mengambil manfaat dan juga saya melihat rakyat merasa ditinggalkan. Olehnya itu saya mencalonkan lawannya (Sutinah-red)," pungkas SDK.

Terkait alasan tak mendukung kembali petahana, SDK mengungkapkan, "banyak, pertama pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan beasiswa manakarra yang menjadi harapan masyarakat, dihapus. Jadi saya kira banyak hal yang mengecewakan," ujar SDK.