Sutinah Vs 13 Kursi Petahana, Ini Catatan Logos Politika

Mamuju, Beritaini.com – Pilkada Mamuju 2020 diprediksi bakal dihelat head to head antara Habsi-Irwan menghadapi Sutinah Suhardi. Habsi-Irwan sebagai petahana Bupati dan Wakil Bupati Mamuju dengan 13 kursi dukungan parlemen yakni dari Nasdem dan Hanura dinilai sulit bagi penantangnya.

Bagaimana Sutinah menanggapi kekuatan petahana dengan 13 kursinya? Berikut jawaban direktur Logos Politika, Maenunis Amin.

“Setidaknya ada dua hal yang perlu dicatat. Pertama Pileg dan Pilkada sangat berbeda baik kondisi ataupun pemetaannya. Dalam Pilkada variabelnya jauh lebih komprehensif dibanding Pileg. Pileg hanya berhitung BPP sedangkan Pilkada hitungannya adalah luasan sebaran,” bebernya dilansir Logos Politika, (09/01).

Konsultan politik Sutinah tersebut justru menilai lemah pemetaan kekuatan petahana jika menggunakan data perolehan kursi Pileg 2019.

Baca juga:  Gerakan Mapaccing Polda Sulbar Wadah Silaturahim Kebersamaan dan Peduli

“Variabel Pileg itu kontinum dan berjenjang serta tidak linear. Pileg itu ada DPRD kabupaten, Provinsi dan Pusat. Bandingkan misalnya antara Nasdem yang unggul suara di kabupaten, tapi Demokrat unggul di Provinsi. Demokrat 40.014 sedangkan Nasdem 26.867 sementara di DPR RI Demokrat 40.426 dan Nasdem hanya 25.557. Itu data DB1 2019 KPU Mamuju loh,” urai Maenunis.

Ia bahkan menyebut survey JSI justru mempertegas keunggulan Demokrat dari Nasdem dan Hanura dari sisi pemilih solidnya.

“Kalau mau lebih menukik ke data survey Pileg 2019 lalu, JSI malah menegaskan keunggulan Demokrat dibanding Nasdem dan Hanura pada segmen strong voters atau pemilih solidnya. Demokrat diangka 19,2% sedangkan Nasdem 12,0% sementara Hanura hanya 2,8%. Jadi, bagi Sutinah 13 kursi Habsi-Irwan itu biasa-biasa saja. Meski 13 kursi terlihat banyak, tapi kita tidak perlu strategi khusus untuk menghadapi efek pengaruhnya,” tutup Maenunis.