Tambah 2 Positif Covid-19 Sulbar, 1 OTG di Mamuju 'Pembunuh' Potensial

Mamuju, Beritaini.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Barat merilis jumlah terpapar Covid-19 di Sulawesi Barat. Juru Bicara Gugus Tugas Sulbar, Safaruddin, mengungkapkan kasus positif di Sulawesi Barat bertambah dua orang, Sabtu (11 April 2020).

Kedua orang tersebut selanjutnya disebut dengan kasus positif 04 dan kasus positif 05.

Safaruddin selanjutnya membeberkan berdasarkan surat dari BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Makassar, tanggal 10 April 2020, yang diterima Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Kasus positif 04 merupakan pasien rujukan dari Kabupaten Pasangkayu setelah dilakukan pengambilan swab oropharing-nashopharing pada tanggal 5 dan 6 April 2020 dan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kasus positif 05, berasal dari Kabupaten Mamuju yang juga dilakukan pengambilan swab oropharing-nashopharing pada tanggal 5 April 2020, terkonfirmasi positif Covid-19.

"1 pasien PDP lainnya dengan inisial P dari Kabupaten Majene diambil swab oropharing dan nashopharing tanggal 5 april dan 6 april 2020, dinyatakan hasil labnya negatif," ungkap Safaruddin yang juga Kepala Dinas Infokom Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat.

Baca juga:  Ombudsman Sulbar Akan Pantau Proses Penanganan Covid-19

Ditambahkannya, dengan bertambahnya 2 orang kasus terkonfirmasi positif, berarti akumulasi jumlah terpapar positif Covid-19 di Sulawesi Barat menjadi 5 orang.

Dalam konferensi persnya kepada awak media, Safaruddin menjelaskan bahwa kasus positif 05 melakukan isolasi mandiri di kediamannya Kabupaten Mamuju. Positif 04 lainnya berinisial AM saat ini berada dalam perawatan intensif di rumah sakit rujukan Covid-19 Sulbar, RSUD Regional.

Beritaini News Room melakukan penelusuran terkait pasien isolasi mandiri yang terkonfirmasi positif. Dari berbagai sumber didapatkan bahwa pasien 05 Covid-19 Sulbar tersebut tidak memiliki gejala dan selanjutnya disebut sebagai status OTG (Orang Tanpa Gejala)

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menyebut OTG sangat mengancam setiap orang yang berada di dekatnya.

Baca juga:  Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Sulbar: Pancasila Sumber Inspirasi Bangsa

Hal itu disampaikan Doni saat memberikan arahan kepada perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) TNI yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Selasa (7/4) malam.

"Salah satu penyebab cepatnya penularan COVID-19 yang paling susah diantisipasi adalah OTG. OTG merupakan orang yang sudah terinfeksi COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala sakit. OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya guna menghentikan penyebaran penularan dengan selalu menjaga jarak aman antar orang dan cuci tangan dengan sabun secara disiplin," kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2020) dilansir detikcom.