Akibat Covid-19, Recovery Ekonomi Indonesia 2021 Rebound Juga Moderat

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati

Jakarta, Beritaini.com – Gonjang-ganjing perekonomian dunia akibat mikroorganisme seukuran nano yang disebut Covid-19, membuat pengambil kebijakan di setiap negara mengerutkan keningnya.

Bagai buah simalakama, dengan ketat berlakukan protokol kesehatan maka konsekuensi ekonomi akan stag, pun sebaliknya, berpihak pada keberlangsungan ekonomi akan menafikan kehadiran pandemi yang memakan banyak korban.

Pemerintah RI, dalam penetapan RUU APBN dan Nota Keuangan 2021 menitik beratkan ekses pandemi Covid-19 dalam perekonomian secara makro.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, membeberkan pengaruh eskalasi pandemi Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia tahun 2021.

Pada rapat terbatas bersama Presiden Jokowi awal pekan silam, Sri Mulyani menekankan percepatan penanganan covid di seluruh dunia terhadap pengendalian penyebaran virus yang mengalami kecenderungan mendatar ataupun menurun.

Baca juga:  Solidaritas Cegah Corona, MPR Bersama PWI Salurkan 1000 Paket Bantuan

Menurut mantan Direktur Eksekutif IMF ini, ketidak pastian pemulihan ekonomi global bergantung pada pengendalian pandemi covid untuk proyeksi tahun 2021

“Proyeksi tahun depan adalah global economic recovery. Recovery atau pemulihan ekonomi global ini juga sangat tidak pasti akibat covid lagi,” pungkas Sri.

Ia menandaskan bahwa sejumlah lembaga Internasional memperkirakan perekonomian dunia akan sangat terpukul karena tekanan covid.

Sri Mulyani berasumsi, terjadi penurunan yang sangat tajam pada perekonomian akibat pandemi covid-19 tahun ini. Namun tetap dibarengi dengan melakukan revisi pemulihan ekonomi tahun 2020-2021. Sehingga pemulihan ekonomi dunia diperkirakan masih tidak pasti.

“Bisa strong rebound, bisa sifatnya moderate,” hemat Sri Mulyani.

Menurutnya lagi, terbukanya aktivitas ekonomi akan simultan dengan penanganan pandemi covid-19. Kondisi ekonomi bisa mengalami perbaikan pada kuartal III tahun 2020 di growth 0,4 persen dan kuartal IV akan terakselerasi ke 3 persen. Maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berada di zona positif.