Kontraksi Tajam Kuartal II 2020, Jerman Masuki Resesi Ekonomi

Sudut Kota Berlin Barat, Jerman (Foto: dw)

Berlin, Beritaini.com – Pandemi Covid-19 membuat ekonomi Jerman mengalami kontraksi paling tajam pada kuartal II 2020. Hal ini menyusul pertumbuhan ekonomi minus yang telah dialami Jerman pada kuartal I 2020.

Merosotnya perekonomian Jerman disebabkan anjloknya belanja konsumen, investasi korporasi, dan ekspor akibat pandemi virus corona, lansir laman Reuter, Jumat 31 Juli 2020.

Kantor Statistik Federal Jerman menyatakan, pertumbuhan ekonomi Jerman minus 10,1 persen pada kuartal II 2020. Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jerman dilaporkan minus 2 persen. Perekonomian Jerman yang tumbuh dalam satu dekade sirna begitu saja.

Merosotnya perekonomian Jerman disebabkan anjloknya belanja konsumen, investasi korporasi, dan ekspor akibat pandemi virus corona, lansir laman Reuter, Jumat 31 Juli 2020.

Baca juga:  World Press Freedom Day 2017, Wapres dan Dirjen UNESCO Buka Kegiatan di JCC Senayan

Kantor Statistik Federal mengumpulkan data pertumbuhan ekonomi Jerman per kuartal pada tahun 1970 dan pada Kuartal II 2020 tersebut merupakan yang terendah.

“Sekarang sudah resmi, ini adalah resesi dalam abad ini, ” kata Andreas Scheuerle, ekonom di DekaBank.

“Sejauh ini tidak mungkin dicapai dengan anjloknya pasar saham atau guncangan harga minyak dengan makhluk kecil (berukuran) 160 nanometer bernama virus corona,” ujar Andreas.

Menurut Kepala ekonom Commerzbank Joerg Kraemer, pemulihan sudah mulai terjadi pada akhir April 2020. Artinya, ada peningkatan yang kuat terkait produksi yang akan terlihat pada kuartal III 2020.

“Akan tetapi, ini tidak mengubah fakta bahwa butuh waktu yang lama bagi ekonomi Jerman untuk kembali ke level sebelum krisis,” ungkap Kraemer.

Baca juga:  Dewan Pers Ajak Insan Pers Bersatu Sikapi Wabah Covid-19

Pemerintah Jerman berekspektasi pertumbuhan ekonomi minus 6,3 persen tahun ini akan rebound alias tumbuh positif 5,2 persen pada tahun 2021.

Konsumsi rumah tangga dan investasi alat produksi korporasi merosot serta ekspor dan impor barang dan jasa terjun bebas ke level terendah pada kuartal ke II 2020.