BUMN Kembangkan Food Estate Sukamandi 1000 Ha di Lahan Milik PT. Sang Hyang Sri

Foto : Wamen I BUMN pak Budi Bersama Ketua Cluster pangan pak Eko dan Dirut SHS dalam rangka kunjungan ke Sukamandi Subang Jawab Barat.

Subang, Beritaini.com - BUMN telah mengembangkan Food Estate Sukamandi 1000 Ha di Sukamandi, Subang Jawa Barat, di lahan milik salah satu anggota BUMN kluster pangan  PT. Sang Hyang Seri.

Kegiatan Food Estate sukamandi ini sebagai salah satu bentuk implementasi program pemerintah yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya padi/beras guna mewujudkan kedaulatan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivistas hasil produksi.

Guna mencapai tujuan tersebut di atas, dalam pelaksanaan pengembangan Food Estate Sukamandi 1000 Ha, PT. RNI selaku induk kluster pangan menggandeng konsultan pendamping dalam proses budidaya padi untuk membantu dan mendukung PT. Sang Hyang seri dalam pelaksanaan proses budidaya tanaman padi.

Pengelolaan kegiatan Food Estate Sukamandi 1000 Ha ini dikelola dengan konsep Corporate Farming. Guna memastikan hasil yang optimal, proses kegiatan dimulai dengan melakukan uji kondisi tanah, sistem pengairan (irigasi), proses budidaya eksisting dan lain sebagainya. Selanjut atas dasar hasil proses Analisa dan pengujian tersebut dibuatkan formulasi untuk penggunaan teknologi pupuk, pengaturan pengairan, proses budidaya, penggunaan alat mekanisasi dan teknologi berbasis IT.

Program kegiatan Food Estate Sukamandi 1000 ha yang dikelola dengan model Corporate Farming ini juga dilaksanakan secara terintegrasi dari Hulu (Upstream) ke Hilir (Downstream). Produksi padi/gabah yang akan dihasilkan nantinya akan diolah dipenggilingan, baik milik BUMN Kluster pangan maupun nantinya bermitra dengan penggilingan setempat dalam rangka memberdayakan UMKM/Koperasi Tani/Penggilingan Rakyat.

Baca juga:  Walikota Makassar Fokus Ekonomi Tahun 2017

Selanjutnya hasil produknya berupa beras akan dipasarkan melalui program BUMN Kluster Pangan yaitu Program Warung Pangan dimana BUMN Kluster pangan bekerjasama dan membangun jaringan pemasaran dengan UMKM/warung milik masyarakat.

Dengan demikian maka output dari program kegiatan Food Estate Sukamandi 1000 ha ini adalah menghasilkan atau menciptakan model budidaya pangan khususnya tanaman padi, melalui pola Corporate Farming yang efektif, dapat meningkatkan produktivitas, efisien dengan menggunaakan sarana produksi pertanian yang tepat dan memanfaatkan fungsi teknologi IT. Model atau pola ini akan menjadi model bagi BUMN Kluster Pangan untuk melakukan proses budidaya tanaman padi yang bekerjasama kemitraan dengan petani pemilik lahan melaui program yang akan dikembangkan yaitu Inti Plasma Tanaman padi. Sampai pada proses jaminan pemasaranya melalui Program Warung pangan BUMN Kluster Pangan.

Dalam rilisnya, Direktur utama PT. Sang Hyang Seri, Karyawan Gunarso menjelaskan bahwa dengan dilaksanakannya Program kegiatan Food Estate dan Warung Pangan ini maka kedepan BUMN Kluster Pangan akan berperan aktif dalam setiap nilai rantai kegiatan pangan mulai dari sektor hulu, yaitu proses budidaya yang akan bermitra dengan kelompok tani/koperasi tani/BUMDES dan stakeholder lainnya yang terkait di sektor hulu.

Sektor Tengah (manufacturing/produksi) yang akan memanfaatkan infrastruktur internal dan juga bekerjasama dengan para penggilingan milik kelompoktani/BUMDES dan lainnya.

Baca juga:  United Tractors akuisisi Tambang Emas di Tapanuli

Sampai akhirnya sektor hilir, dimana BUMN kluster pangan akan berperan juga sebagai offtaker dan pasar bagi produksi sendiri dan produksi para petani/produsen padi/gabah/beras.

Saat ditanya terkait perkembangan program kegiatan Food Estate Sukamandi 1000 ha, Wawan sapaan akrab Direktur Utama PT. Sang Hyang seri itu, memaparkan bahwa saat ini perkembangan program kegiatan Food Estate Sukamandi 1000 ha telah memasuki masa pertanaman, pertumbuhan tanaman dan perawatan.

Apabila dilihat sekilas kondisi tanamannya sudah tumbuh cukup bagus, dimana anakan rumpun padinya cukup banyak. Tinggal bagaimana selanjutnya menjaga dan merawatnya dari serangan hama pengganggu yang menurut perkiraan dan pengalaman sebelumnya serangan hama ini dapat menyebabkan berkurangnya hasil produksi cukup signifikan.

Hama pengganggu tersebut antara lain tikus dan wereng. Karena kami memiliki target bahwa akan terdapat peningkatan produktivitas rata-rata 30 persen lebih yaitu dari rata-rata awal 6 ton/Ha menjadi minimal rata-rata 8 ton sampai 8.5 ton /ha.

"Doakan yah mas/mba, program ini berhasil sehingga nantinya kami PT. Sang Hyang seri dan BUMN kluster Pangan lainnya bisa berbuat banyak bagi masyarakat khusus dalam rangka peningkatan produksi, kesejahteraan masyarkat khususnya petani dan menyediakan pangan khususnya beras bagi masyarakat Indonesia," pungkas Wawan.