BI Sulbar Kembangkan Desa Wisata Edukasi di Tondok Bakaru

Mamasa, Beritaini.com- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Barat meresmikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Edutourism Village Tondok Bakaru, di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa pada Selasa, 30 April 2021.

Program tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Barat Budi Sudaryono dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Mamasa, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, dan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamasa, Organisasi Perangkat Desa, dan anggota Komunitas Tondok Bakaru Orchid (KTO).

Dalam rilisnya, Budi Sudaryono mengatakan Program PSBI Edutourism Village Tondok Bakaru merupakan salah satu bentuk program Dedikasi untuk Negeri Bank Indonesia.

BI Provinsi Sulawesi Barat melihat bahwa Desa Tondok Bakaru memiliki 2 (dua) potensi utama untuk dapat mendorong sektor perekonomian di Kabupaten Mamasa.

Baca juga:  Menkumham: 50 % Penghuni Rutan di Indonesia Tahanan Narkoba

Pertama, potensi pariwisata yang sangat indah yang apabila dikembangkan sangat berpotensi menghasilkan sebuah ekosistem perekonomian pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, potensi tanaman yang berorientasi ekspor seperti tanaman Alocasia yang sudah menembus pasar Thailand, Singapura, Taiwan, Philipina, Vietnam dan tanaman jenis Hoya yang telah menembus pasar Singapura, Thailand, Philipina, Rusia.

Dengan potensi ini maka Kabupaten Mamasa turut berkontribusi aktif dalam perolehan devisa di Indonesia.

Pengembangan Edutourism Village Tondok Bakaru dilakukan oleh KPw BI Provinsi Sulawesi Barat sejak tahun 2020 lalu.

Konsep Edutourism Village, yang berarti Desa Wisata Edukasi, memiliki tujuan untuk membuat Desa Tondok Bakaru sebagai tempat wisata sekaligus tempat belajar cara mengembangkan budidaya anggrek.

Beberapa pengembangan yang telah dilakukan antara lain Pembangunan Gedung Laboratorium sebagai pusat riset dan pengembangan anggrek melalui mekanisme kultur jaringan, termasuk pemberian alat mesin kultur jaringan.

Baca juga:  KKSS Sulbar Silaturahmi dan Bantu Sembako Bagi Warga Terdampak Gempa

Pembangunan Green House sebagai sarana tanam lanjutan hasil dari kultur jaringan dan budidaya sehingga dapat melestarikan tanaman anggrek yang endemic, yang hanya tumbuh di Kabupaten Mamasa.

Serta didukung fasilitas infrastruktur dan pendukung lain seperti Gapura dan Rabat jalan untuk akses pengunjung ke obyek wisata.

BI Provinsi Sulawesi Barat bekerjasama Pemerintah Daerah terus bersinergi dan berkomitmen dalam pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor utama perekonomian di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamasa.

Dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, diharapkan ke depan Kabupaten Mamasa mampu menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas di tingkat domestik maupun global dan penghasil devisa bagi negara dengan tanaman yang berorientasi ekspor, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

banner 454x122