Kesehatan

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Tak Dilibatkan dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sulbar

×

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Tak Dilibatkan dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sulbar

Sebarkan artikel ini

Mamuju.Beritaini.com- Penanganan wabah Covid -19 di Sulbar menjadi hal yang urgen dan tak hanya bisa dilakukan oleh gugus tugas sendirian.

Karenanya butuh peran semua pihak termasuk organisasi masyarakat dan profesi.

Salah satu organisasi profesi yang bergerak dibidang kesehatan masyarakat yaitu, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia ( IAKMI) dan Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia ( PERSAKMI) Sulbar ikut pula berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran covid-19 disulbar melalui : k.i.e. via media sosial dan pembagian hand sanitasier.

Sayangnya kedua organisasi profesi itu tidak dilibatkan dalam gugus tugas Covid – 19.

“Kami telah bertemu Kepala Gugus Tugas percepatan penanganan covid 19, tapi secara formal IAKMI Sulbar belum masuk dalam gugus tugas tersebut,” ujar Ketua Umum Pengda IAKMI dan PERSAKMI Sulbar Nugroho Hamid.

Baca juga:  BI Ajak Warga Sulbar Untuk Donor Darah

Nugroho Hamid mengatakan, seharusnya gugus tugas melibatkan sebanyak mungkin stakeholder terutama organisasi profesi kesehatan dalam penanganan wabah covid-19.

Nugroho beralasan sebab pekerjaan gugus tugas ini amat berat, olehnya itu butuh dukungan SDM untuk melaksanakan pencegahan & penanganan covid-19 ini.

“OP kesehatanlah yang paling siap dalam gugus tugas,” ujarnya.

Nugroho menilai seharusnya gugus tugas secepatnya mengidentifikasi kegiatan prioritas, apa yang harus dilakukan (terutama proses pencegahan, penemuan kasus & persiapan penanganan medis).

Bahkan membagi tupoksi tim berdasarkan kegiatan prioritas tersebut dengan dukungan SDM yang sesuai kegiatan tersebut.

Yang paling penting menurut Nugroho adalah siapa mengerjakan apa dan memastikan bahwa kegiatan tersebut berjalan degan baik.

Baca juga:  Pemkab Mamuju Siapkan Rumah Singgah Kelahiran di Puskesmas

“Yang kita khawatirkan adalah jika covid-19 terjadi booming di sulbar maka pelayanan medis kita tdk mampu menangani para korban karena jumlah tenaga medis & tempat tidur tidak memadai,” kata Nugroho.

Untuk itu, Nugroho menegaskan bahwa menepis kekhawatiran itu adalah langkah – langkah pencegahan sangat perlu dilakukan melalui social distancing dan fisical distancing, serta mengedukasi masy agar masyarakat tahu dan mampu melakukan pencegahan secara mandiri.

“Jangan nanti terjadi ledakan kasus, baru kita bertindak. Karena jika itu terjadi maka kita sudah terlambat,” pungkasnya.

Example 300250