Home

Konsolidasi dan Silaturahmi Pencinta Alam Makassar Bahas Kongres Pencinta Alam yang Tertunda

×

Konsolidasi dan Silaturahmi Pencinta Alam Makassar Bahas Kongres Pencinta Alam yang Tertunda

Sebarkan artikel ini

Pencinta Alam Makassar

Makassar, Beritaini.com – Pencinta Alam Makassar gelar Konsolidasi dan Silaturahmi pasca perayaan Idul Adha dengan tema “Sebelum Semuanya Kehilangan Makna” berlangsung di Perahu Pinisi Pusaka Indonesia Anjungan Pantai Losari, Rabu 19 Juni 2024.

Konsolidasi dan Silaturahmi tersebut dirangkaikan dengan diskusi yang dihadiri sesepuh pencinta alam, seperti Asmin Amin dan Anjar Widjaya serta perwakilan beberapa komunitas pecinta alam Sulsel.

Topik dalam diskusi tersebut antara lain soal keberlanjutan event Kongres Pencinta Alam  yang sempat tertunda dua tahun lamanya karena serangan Covid 19 kala itu.

Komitmen ini kemudian menjadi semakin krusial, dari ketidak pastian  penyelenggaraan latihan gabungan nasional, yakni Gladian XV.

“Sebagai bagian dari kepedulian dan  menjaga nama Sulawesi selatan, kongres pencinta alam Sulawesi Selatan merupakan salah satu  cara untuk kembali mengulang sejarah Gladian Nasional Pencinta Alam  ditahun 1974, dimana pada tahun tersebut melahirkan kode etik pencinta alam,” jelas Riswansa, salah seorang peserta pada diskusi tersebut.

Baca juga:  Dandim 1418 Mamuju Tinjau lokasi Karya Bakti di Desa Taan

Mansyur yang juga hadir ikut memberikan testimoninya mengatakan bahwa membangun Negeri  dan mengambil peran sebagai pencinta Alam Sulsel  pada event kongres sangat tepat, karena saatnya pencinta alam sulsel harus mengambil peran dalam pembangunan.

Sementara sesepuh pencinta Alam Sulsel Asmin Amin dan Anjar Widjaya mengatakan bahwa konsolidasi harus di mulai dari diri sendiri. lebih lanjut Anjar mengungkapkan bahwa pihaknya siap demi kelancaran dan kesuksesan Kongres dan juga mempererat hubungan sesama pencinta alam di sulsel.

Menurutnya, dalam rangka merekam perjalanan transformasi organisasi, proses mengelola event, serta pemikiran kebijakan solidaritas sosial, harus  berada pada satu Kode Etik Pecinta Alam yang sama yang mana kode etik itu juga lahir di Kota Makassar tahun 1974.

Baca juga:  Tutup Pasar Ramadhan, Sutinah Serahkan Dana Hibah Untuk Rumah Ibadah

Ketua panitia kegiatan, Arfa Djafar optimis kegiatan kongres ini akan sukses, karena sokongan dari berbagai pihak.

Sekertaris SC, Anwar Nanring mengatakan bahwa catatan singkat ini dapat menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat luas, serta menjadi bahan refleksi bagi penentu kebijakan dalam merangkai langkah terutaman pecinta Alam  untuk terus berkontribusi pada Republik Indonesia tercinta ini.

“Kegiatan Kongres Pencinta Alam Sulsel kita Support bersama agar terlaksana di tahun 2024 ini mari bersama berbuat yang terbaik,” kunci Anwar Nanring.(*)

Example 300250