UKM Mencoba Bertahan di Tengah Covid-19

Mamuju, Beritaini.com - Wajah pemilik usaha ikan hias koi yang kerap disapa Abang Tanjung nampak sumringah. Tangannya tengah sibuk melempar butiran makanan ke ikan hias piaraanya itu kedalam kolam yang berukuran 2x4.

Kolam ikan yang disamping milik warungnya itu di sulap menjadi kolam ikan dengan 3 petak.

Pria kelahiran Padang 56 tahun lalu jutru mencoba merambah usaha ikan hias koi ditengah virus covid-19 dan ekonomi tak menentu.

Sejak merebaknya wabah virus corona di Indonesia. Tak menyurutkan niatnya untuk mencoba usaha ikan hias.

" Justu saya menangkap peluang usaha ikan hias koi ini. Meski saya tahu kondisi ekonomi tak stabil akibat covid-19," ujarnya optimis.

Ia beralasan, sebab rata - rata warga mamuju pencinta ikan hias dan punya aquarium di rumahnya.

Belum lagi, sejak pemerintah memperlakukan Work From Home ( WFH ) akibat covid- 19, banyak warga yang tinggal dirumah dan bekerja dari rumah.

Wargapun menghabiskan waktunya dirumah dengan menghibur diri dengan ikan hias di rumahnya.

" Sejak warga dilarang keluar rumah, karena wabah corona. Banyak permintan ikan hias ," kata Abang Tanjung.

Baca juga:  Bupati Mamuju Serukan Aparaturnya untuk Tidak Mudik Lebaran

Menurut Abang Tanjung ikan hias koi miliknya ini di Suplai dari makassar dengan ukuran yang masih kecil.

Harga yang ditawarkan cukup bervariasi Rp.80 ribu - Rp900 ribu perekor. Tergantung ukurannya.

Saat ekonomi tak mementu khususnya dibidang Usaha Kecil Menengah ( UKM )

" Ini terobosan baru ditengah covid- 19. Sekaligus antisipasi kedepedan," tambahnya.

Meski tergolong dalam Uasaha Kecil Menegah ( UKM ). Namun, Ia hanya mengandalkan modal sendiri.

"Tidak ada bantuan dari pemerintah. Ini modal pribadi," ujarnya lagi.

Ikan hias miliknya itu baru berusia 4 bulan. Ia memasarkan wilayah Mamuju saja.

"Berbuat saja atau melangkah. Meski kondisi ekonomi akibat pandemi covid-19," ujarnya.

Namun, Abang Tanjung mengakui jika usaha warung makan miliknya omsetnya agak menurun selama covid- 19.

" Karena warung makan lagi sepi. Saya coba bisnis ikan hias ini," kata dia.

Meski mejalani bisnis yang baru. Tapi sang pemilik bisnis ikan hias jni tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dari pantauan Beritaini.com, terlihat tempat cuci tangan dengan dilengkapi sabun. Bahkan setiap pengunjung yang ingin makan sambil melihat- lihat kolam ikan piaraanya itu harus pakai masker.

Baca juga:  Nestapa 6.250 Tenaga Kontrak Mamuju, Postur Anggaran Tak Sanggup Talangi Gaji
Para Pekerja Kripik Pisang Tetap Patuhi Prokes Dengan Memakai Masker

Usaha Kripik Pisang Di Tengah Covid - 19, Tetap Patuhi Prokes

Bakri sang pemilik usaha kripik pisang yang beralamat di Jalan Martadinata Mamuju. Nampak sibuk mengawasi karyawaannya yang kebanyakan perempuan itu.

Lelaki separuh baya ini telah mempekejakan 14 orang di rumahnya. Rumah miliknya itu sudah lama dijadikan tempat usaha kripik pisang.

Bakri mengungkapkan sebelum pandemi virus corona merebak. Omset miliknya ini lumayan. Namun selama covid-19 omsetnya menurun.

" Sebelum covid -19 kami suplai ke Kaltim. Tapi sekarang sepi tak ada permintaan lagi dari Kaltim," ungkap Bakri kepada Beritaini.com saat menyambangi usahanya, Senin, 26 Oktober 2020.

Bakri bersyukur ditengah wabah virus corona usaha miliknya itu masih bisa bertahan. Bahkan, para karyawan tak ada yang di PHK.

" Jujur saja, kami mencoba bertahan di tengah ekonomi tak menentu akibst covid -19," ujarnya.

Ia pun mengharapkan agar pemerintah bisa memberi bantuan di tengah pandemi covid-19.

Meski tetap eksis menjalani usahanya. Namun Ia tetap mematuhi protokol kesehata. Hal itu terlihat para karyawan memakai masker saat bekerja.(*)

banner 454x122