Untung Ketua KPK Tak Hadir Jamuan Makan Malam, LAK Sulbar: Itu Bisa Berpotensi Melanggar Kode Etik

Mamuju, Beritaini.com-Ketua Gerakan Rakyat Anti korupsi Indonesia ( Gerak) Wilaya sulbar Arman menyoroti upaya Pemprrov Sulbar mengundang Ketua KPK Firli Bahuri untuk jamuan makan malam.

Kendati Firli tak hadir dalam jamuan makan malam itu. Namun kesan seremoni akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum.

"Upaya Pemprov Sulbar menjamu makan malam ketua KPK. Kami sangat kecewa," kata Arman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/01).

Senada, Ketua Laskar Anti Korupsi ( LAK ) Sulbar Muslim Fatila mempertanyakan upaya pihak pemprov untuk menjamu makan malam ketua KPK.

"Upaya itu adalah bagian dari gratifikasi karena jabatan pak Firli selaku ketua KPK, ini sangat berbahaya jika sampai terjadi maka para pejabat pemprov bisa dijerat UU tipikor pasal Gratifikasi," ujar Muslim.

Baca juga:  Johny Manurung Tandatangani Kontrak Pembangunan Kantor Kejati Sulbar

Selain itu, kata Muslim juga akan membuat Ketua KPK berpotensi melanggar kode etik pimpinan KPK sehingga bisa di periksa dan di sidang oleh Dewan Pengawas KPK.

" Ada apa dengan para pejabat teras dilingkungan Pemprov begitu genit merayu ketua KPK dengan modus lobby-lobby meja makan?"

Sementara itu, Kordinator KPK Wilayah VIII Sulbar Mohammad Jhanatan mengatakan tak ada makan malam. "Pak Ketua KPK istirahat karena besok mau lanjut Makassar. Beliau makan malam di Hotel," ujar Mohammad Jhanatan dikutip dari harapanrakyatonline.com.
(*)

banner 454x122