Garda Nusantara Sulbar Geram Atas Kematian Sopir Asal Polman di Papua

Mamuju, Beritaini.com - Video viral yang beredar di media sosial terkait kematian seorang sopir truk asal polman yang terjadi di Nabire Papua membuat geram Garda Nusantara Sulbar, peristiwa tragis tersebut harus diusut secara transparan. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Garda Nusantara Sulbar, Hasri Jack, melalui rilis resmi Garda Nusantara Sulbar, Rabu (26/02).

Menurutnya, "tindakan biadab para pelaku harus menerima hukuman yang setimpal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Aparat Polisi yang berada di TKP pun harus diperiksa dan dipecat jika terbukti melakukan pembiayaran," tegas Hasri.

Dalam video yang beredar, Yus Yunus dianiaya warga Nabire. Ia didatangi sejumlah warga dan dituduh menabrak seorang warga Papua dan seekor babi hingga tewas.

Baca juga:  Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD Regional Lakukan Survei Akreditasi Standar Versi Snars

Nampak aparat Polisi memegang senjata melerai dan mencoba menghalangi. Namun Yus Yunus tetap dipukul. Peristiwa itu terjadi pada Ahad 23 Februari lalu. Yus Yunus akhirnya tewas karena luka pada bagian kepala.

Ketua Garda Nusantara Sulbar menuturkan, "diduga aparat polisi tak menggunakan SOP, senjata dikokang tak berguna, memalukan.!, wibawah institusi negara (Polri) runtuh ditanah Papua," pungkas Hasri yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Hasri menambahkan, padahal aparat polisi punya kewenangan terkait penggunaan senjata api, jelas tertuang dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 yang mengatur tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan tugas Polri, serta Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan.

Baca juga:  Kisruh GTT, Miris Gubernur Sulbar Sebut Terserah Guru Mau Mengajar atau Tidak, Ini Kata Sekda

"Merujuk pada Pasal 47 Perkap 8/2009. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa penggunaan senjata api digunakan untuk membela diri dari ancaman luka berat/kematian, mencegah terjadinya kejahatan berat," tutur Ketua Garda Nusantara Sulbar.

"Lalu bagaimana bisa aparat bersenjata laras panjang tak berkutik melumpuhkan pelaku pengeroyokan yang bersenjata batu, balok dan parang? Kasus Ini harus di usut tuntas.!," tandasnya.