Save the Children Khawatir Dampak Pandemi pada Anak-Anak di Indonesia

Save The Children

Jakarta, Beritaini.com - Indonesia salah satu negara dengan tingkat kematian anak akibat COVID-19 tertinggi di dunia. Save the Children sangat khawatir tentang dampak pandemi pada anak-anak di Indonesia. Termasuk kasus lonjakan, mereka yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian karena pandemi.

Save the Children mendesak pemerintah Indonesia untuk meningkatkan program vaksinasi dan pengujian COVID-19, dan untuk memastikan keamanan bahwa anak-anak dapat kembali ke sekolah, rilis Save The Children yang diterima media ini, Jumat 9 Juli 2021.

Infeksi Anak telah meningkat tajam ketika Indonesia memerangi gelombang infeksi yang paling parah. Tingkat infeksi di antara anak-anak termasuk yang tertinggi di dunia , anak-anak menyumbang satu dari delapan kasus COVID-19, dengan hampir 260.000 dari 2,2 juta kasus yang dikonfirmasi adalah anak-anak di bawah 18 tahun. Diperkirakan lebih dari 700 anak berusia 0 – 18 tahun telah meninggal sejauh ini.

Baca juga:  Video: Bahas BPJS, Ribka Tjiptaning Sebut Dokter Sekarang Pedagang

Alasan lonjakan infeksi dan kematian anak belum ditentukan. Save the Children memperingatkan bahwa anak-anak yang putus sekolah tidak hanya kehilangan pelajaran, mereka juga menghadapi peningkatan risiko pelecehan seperti kekerasan dalam rumah tangga, pekerja anak atau pernikahan dini.

Dino Satria, Kepala Bidang Kemanusiaan dan Ketahanan di Save the Children di Indonesia, mengatakan, “peningkatan kasus COVID-19 pada anak-anak di Indonesia akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan, dan tidak ada tanda-tanda bahwa angka tersebut akan turun dalam waktu dekat tanpa tindakan segera untuk mempercepat program vaksin COVID-19. Sistem kesehatan berada di ambang kehancuran; rumah sakit sudah kewalahan, pasokan oksigen hampir habis dan layanan kesehatan di Jawa dan Bali sangat tidak siap untuk menangani lonjakan pasien yang sakit kritis ini."

Baca juga:  Pengusaha Rokok dari Indonesia Menjadi Orang Terkaya ke-69 Dunia Versi Forbes 2018

“Kami sangat membutuhkan lebih banyak vaksin – itulah intinya. Tanpa bantuan dari dunia internasional melalui COVAX, krisis COVID di Indonesia akan cepat lepas kendali. Kami berharap masyarakat internasional mendengarkan. Tanpa tindakan segera, lebih banyak anak-anak dan orang dewasa akan mati,” tutup Dino.

banner 454x122